Unggulan

BAB VI MENGANALISIS KETERAMPILAN GERAK AKTIVITAS SPESIFIK SENAM - PJOK Kurtilas Kelas 11 (SMA / MA / SMK)

Ringkasan Buku Sekolah Kelas 11 (SMA / MA / SMK) PJOK BAB VI MENGANALISIS KETERAMPILAN GERAK AKTIVITAS SPESIFIK SENAM  Senam merupakan salah satu aktivitas jasmani yang menyenangkan. Setiap gerak kehidupan kita senantiasa berhubungan dengan gerakan senam. A Analisis Keterampilan Gerak Loncat Kangkang  Loncat kangkang adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan agar sedikit condong ke depan dan membuka kedua kakinya (kangkang) pada saat melewati peti lompat. Gambar .Tahapan gerak loncat kangkang B Analisis Keterampilan Gerak Loncat Jongkok Loncat jongkok adalah jenis loncatan yang dilakukan menggunakan peti lompat dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat. Gambar . Gerakan Loncat Jongkok Gerak loncat jongkok melalui tahapan gerakan sebagai berikut: a. Awalan lari cepat  b. Tolakan kedua kaki rapat  c. Pegang peti lompat dengan kedua lengan lurus atau sedikit bengkok  d. Tahan kedua tangan di atas peti lompat dengan kecenderungan gera

BAB I Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya - IPS Kelas 9 SMP/MTS

Ringkasan Buku Sekolah
Kelas 9 (SMP/MTS)
IPS
BAB I Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya


Gambar .Gunung Fuji Sebagai Salah Satu Simbol atau Ikon Jepang


Gambar . Peta Sebaran Benua di Dunia

A. Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya 

Benua Asia terletak pada 26º BT – 170º BT dan 11º LS – 80º LU. Hampir seluruh wilayahnya berada di belahan bumi utara (BBU). uasnya mencapai 44.000.000 km2 atau seperempat luas wilayah daratan dunia atau empat setengah kali luas Benua Eropa.

Gambar .Pembagian Wilayah Benua Asia

Puncak tertinggi: Gunung Everest (8.848 m) Bagian terendah: Laut Mati (394 m di bawah permukaan air laut). Sungai terpanjang: Sungai Yangtse (5.800 km).

Danau Terbesar: Danau Aral (66.457 km2).

 Batas Benua Asia ialah Samudra Arktik di utara, Samudra Hindia di selatan, Benua Eropa, Pegunungan Ural, Laut Kaspia, Laut Hitam, Selat Bosporus, Selat Dardanella, Laut Tengah, Terusan Suez, dan Laut Merah di barat, serta dengan Selat Bering dan Samudra Pasifik di timur.

Benua Amerika

Benua Amerika sering juga disebut sebagai Benua Merah. Sebutan itu didapat karena benua tersebut terdapat Suku Bangsa Indian. 

Benua Amerika terletak pada 1700 BT–350 BB dan 830 LU–550 LS. 


Gambar .Benua Amerika

Secara geografis, Amerika terbagi atas empat kawasan atau region yakni kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Kepulauan Karibia yang terletak di sekitar Amerika bagian tengah. 

Benua Eropa

Benua Eropa dijuluki sebagai benua biru. Ada dua alasan kenapa disebut benua biru. Pertama, mayoritas penduduk Eropa memiliki bola mata berwarna biru. Kedua, sejak zaman dahulu, banyak kerajaan terkenal berada di Benua Eropa sehingga dikenal adanya istilah darah biru (bangsawan).

Gambar . Peta Benua Eropa

Luas Benua Eropa mencapai 10.355.000 km2. Secara geografis, Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Laut Tengah di selatan, Samudra Atlantik di barat, serta Benua Asia di timur. Batas Benua Eropa dengan Benua Asia adalah Pegunungan Ural, Selat Dardanella, dan Laut Kaspia.

Benua Afrika

Afrika terletak pada 170 BB–520 BT dan 350 LU–340 LS. Ini berarti Benua Afrika dilewati garis khatulistiwa,

Gambar . Peta Benua Afrika, Sumber : diolah dari Sugandi (2015)

Luas wilayah Afrika mencapai 30.290.000 km2. Secara geografis, Benua Afrika terbagi atas lima kawasan yaitu Afrika Utara, Afrika Timur, Afrika Barat, Afrika Tengah, dan Afrika Selatan.

Benua Australia

Australia terletak pada 1130 BT– 1550 BT dan 100 LS–430 LS. Ini berarti ada bagian Australia yang memiliki iklim tropis, yaitu Australia bagian utara yang berdekatan dengan Indonesia.

Berikut ini batas-batas geografis wilayah Australia.

a. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Timor, Laut Arafuru, dan Selat Torres.

b. Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Pasifik, Laut Tasman, dan Laut Coral. Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.

c. Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia.

Luas wilayah Benua Australia adalah 8.945.000 km2 dengan lebar sekitar 3.200 km dan panjang 3.700 km.

B. Kondisi Alam Negara-Negara di Dunia

Keadaan alam yang dimaksud adalah lokasi, iklim, bentuk muka bumi, geologi, flora, dan fauna.

Jepang

a. Lokasi

Jepang terletak di barat laut Samudra Pasifik.

Negara ini berbatasan di sebelah barat dengan Korea Utara, Korea Selatan, dan Rusia. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Okhstosk. Di sebelah timur dengan Samudra Pasifik dan di sebelah sebelah selatan berbatasan dengan Laut China Timur dan Laut Filipina. Secara astronomis Jepang berada pada 300LU–470LU dan 1280BT–1460BT.

b. Iklim

Jepang memiliki iklim sedang dengan empat musim yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin. Musim semi dimulai sekitar bulan Maret dan ditandai dengan munculnya kuncup bunga plum. Setelah bunga plum berakhir, kemudian muncul kuncup bunga sakura.

Dilihat dari suhunya, pada musim dingin, suhu udara di Jepang antara -70 C sampai dengan 70 C. Pada musim panas, suhu udara antara 210 C sampai dengan 270 C. Curah hujan di Jepang berkisar antara 840 – 3.050 mm per tahun.

c. Bentuk Muka Bumi

Jepang memiliki wilayah dataran yang kecil yaitu sekitar 30% dari luas wilayahnya. Sebagian besar atau 70–80% wilayahnya terdiri atas pegunungan.

d. Geologi

Jepang terletak di tepi bagian barat dari Samudra Pasifik. Daerah ini merupakan bagian dari cincin api (ring of fire) yang terdiri atas banyak gunung api. Setidaknya terdapat 192 gunung api tersebar di negara ini. Salah satu diantaranya merupakan yang tertinggi di Jepang yaitu Gunung Fuji (3.776 m)

e. Flora dan Fauna

67% wilayah Jepang justru masih merupakan hutan. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijumpai di antaranya adalah pohon ek, bambu, mapel, birch, beech, dan poplar. Hewan di Jepang telah banyak berkurang. Dulu di negara ini dapat ditemukan babi hutan, monyet, srigala, dan rusa. Namun, kini jumlahnya terus berkurang.

f. Kondisi Penduduk

Jepang memiliki penduduk sebesar 126,9 juta jiwa (WPDS, 2015).

Walaupun jumlah penduduknya besar tetapi ada kecenderungan terus mengalami penurunan. Angka kelahiran di Jepang relatif rendah, sehingga terjadi penurunan jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk Jepang -0,1%,




Amerika Serikat

a. Lokasi

Amerika Serikat terletak pada 24033’LU-70023’LU dan 172027’BB- 66051’BB. Negara ini berbatasan dengan Kanada di sebelah utara, Samudra Pasifik di sebelah barat, Samudra Atlantik di sebelah timur serta Meksiko, Teluk Meksiko, dan Kuba di sebelah selatan. Amerika Serikat juga memiliki negara bagian yang terpisah dari daratan utamanya yaitu Alaska yang terletak di barat laut Kanada.

Gambar .Peta Amerika Serikat,  Sumber: diolah dari http://3.bp.blogspot.com/

b. Iklim

Iklim yang ada di negara tersebut terdiri atas iklim kontinental, iklim sedang, iklim mediteran, iklim subtropik, dan iklim dingin/kutub (Alaska). Secara umum, Amerika Serikat mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.

c. Bentuk Muka Bumi

Tampak secara fisik wilayah Amerika Serikat terdiri atas dua rangkaian pegunungan besar yaitu pegunungan Rocky (Rocky Mountain) di bagian barat dan Pegunungan Appalachia di bagian timur. 

d. Geologi

Amerika Serikat (AS) merupakan negara yang kaya akan sumber daya geologi. Beberapa kekayaan alam tersebut adalah batu bara, minyak bumi, tembaga, posfat, timah, dan besi.

e. Flora dan Fauna

Di bagian utara atau di daerah pegunungan banyak ditumbuhi pohon pinus. Di bagian tengah Amerika Serikat (Great plains) terdapat padang rumput (prairie/steppa) yang sangat luas dari perbatasan dengan Kanada di utara sampai sekitar teluk Meksiko di selatan.

Padang rumput tersebut berbatasan dengan gurun di bagian barat Amerika Serikat. Di bagian tenggara dapat dijumpai hutan yang menggugurkan daunnya setiap tahun (deciduous forest). Biasanya terdapat pohon mapel, elm, dan ek (oak). Pohon-pohon konifer yang tinggi dan besar-besar (redwood) banyak tumbuh di daerah pegunungan California.

Jenis fauna yang hidup di Amerika Serikat antara lain bison, antelop, dan beruang di kawasan Midwest; domba dan rusa di kawasan pegunungan; puma di pesisir pasifik; armadilo, selot, dan jaguar di kawasan barat daya; opossum, aligator, buaya kardinal di kawasan selatan; dan karibu, beruang kutub, anjing laut, serta paus di kawasan Alaska.

f. Keadaan Penduduk

Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia setelah China dan India yaitu mencapai 321,2 juta jiwa (WPDS, 2015).

Inggris

a. Lokasi

Inggris terletak pada 500 LU-600 LU dan 80 BB-20 BT. Posisinya berada di Benua Eropa yang secara geografis berbatasan di utara dengan Samudra Atlantik, di sebelah barat dengan Irlandia dan Samudra Atlantik, di sebelah timur dengan Laut Utara, dan di sebelah selatan dengan Selat English Channel.

Luas wilayah Inggris mencapai 244.110 km2 meliputi wilayah England, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya.

Jarak dari utara sampai selatan wilayah Inggris mencapai 965 km dan jarak dari timur ke barat mencapai 515 km.

Gambar .Peta Inggris, 

b. Iklim

Sumber: diolah dari www.mapsworld.com

Karena posisi lintangnya, Inggris memiliki iklim sedang. Negara ini juga dikelilingi lautan, sehingga memiliki iklim laut dengan ciri sejuk dan basah.

c. Bentuk Muka Bumi

Jika dilihat dari reliefnya, wilayah Inggris terbagi menjadi dua bagian, yaitu wilayah yang bergunung-gunung di bagian utara dan dataran rendah yang bergelombang di timur dan selatan. 

d. Geologi

Inggris memiliki sumber daya geologi yang beragam, termasuk batu bara yang sangat mendukung Revolusi Industri di Inggris. Selain itu, Inggris memiliki sumber daya minyak bumi dan gas yang memasok kebutuhan energinya selama abad XX.

e. Flora dan Fauna

Flora yang dapat dijumpai di Inggris adalah pohon ek dan elm, horse chestnut, spruce Norwegia, larch Jepang, dan fir Douglas. Fauna yang masih banyak dijumpai adalah rusa merah Skotlandia dan sekitar 400 burung termasuk rajawali emas dari Skotlandia dan belibis merah yang khas dari Inggris.

f. Kondisi Penduduk

Pada tahun 2015, penduduk Inggris mencapai 65,1 juta jiwa (WPDS, 2015). Angka pertumbuhan penduduknya hanya 0,4% atau tergolong rendah.

Sebagian besar tinggal di daerah perkotaan yang mencapai angka 80% dari jumlah penduduknya. 

Australia

a. Lokasi

Lokasi Australia dapat kalian lihat pada pembahasan tentang Benua Australia.

b. Iklim

Iklim di Australia bervariasi karena wilayahnya yang sangat luas. Australia berada pada tiga wilayah lintang, yaitu wilayah lintang tropis, subtropis, dan sedang. Wilayah Australia yang masuk lintang tropis berada pada 110LS- 23,50LS, lintang subtropis pada 23,50LS-350LS, dan wilayah lintang sedang pada 350LS- 440LS. Dari arah tropis ke lintang sedang suhu udaranya terus menurun.

c. Bentuk Muka Bumi

Setidaknya terdapat empat bentuk muka bumi di Australia, yaitu: Dataran Pantai (Coastal Plains), Dataran Tinggi Timur (Eastern Highlands), Dataran Rendah Tengah (central lowlands), dan Plato. 

d. Kondisi Geologi

Australia memiliki sejumlah potensi sumber daya alam seperti minyak dan gas, bauksit, batu bara, bijih besi, intan, aluminium, tembaga, emas, mangan, lithium, bijih mangan, posfat, nikel, vanadium, zinc, perak, dan uranium.

e. Flora dan Fauna

Australia memiliki lebih dari 378 spesies mamalia, 828 spesies burung, 300 spesies kadal, 140 spesies ular, dan dua spesies buaya. Beberapa yang sangat terkenal dan menjadi simbol atau ikon Australia adalah kanguru, wallabi, koala, dan setan tasmania (tasmanian devil). Selain itu, Australia memiliki beberapa fauna asli seperti dingo, platypus, currawong, angsa hitam, kookaburra, dan lybird. Fauna lainnya adalah ular yang banyak ditemukan di Australia. Australia memiliki banyak ular berbisa. Bahkan, 21 dari 25 ular paling mematikan ada di Australia.

Vegetasi yang dominan adalah rumput hummock yang umumnya berada di Australia Barat, Australia Selatan, Australia Utara. Pada wilayah Australia Timur, hutan eukaliptus lebih umum dijumpai. Di barat dapat dijumpai hutan akasia dan semak belukar.

f. Kondisi Penduduk

Jumlah penduduk Australia mencapai 23,9 juta (WPDS, 2015) dengan angka pertumbuhan mencapai 1,15%. 

Mesir

a. Lokasi

Mesir terletak pada 250BT– 360BT dan 220LU–320LU. Secara geografis, Mesir terletak di Afrika Utara dengan posisi sebagian negaranya menghadap Laut Mediterania dan Laut Merah

b. Iklim

Mesir memiliki iklim subtropis dan gurun. 

c. Bentuk Muka Bumi

Sebagian besar wilayah Mesir merupakan gumuk pasir (sand dunes) yang terletak pada wilayah yang rendah antara gurun Bagian Barat dan Gurun Lybia.

d. Geologi

Mesir memiliki sumber daya alam berupa minyak dan gas, bijih besi, posfat, mangan, lempung, gipsum, talk, asbes, timah, emas, dan zinc. Gurun Mesir menyediakan pasokan garam yang berlimpah.

e. Flora dan Fauna

Flora yang umumnya tumbuh di Mesir merupakan pohon daerah kering tropis dan subtropis seperti pohon lontar (papyrus), palma, kayu putih (eucalyptus), akasia, dan semacam pohon cemara (cypress). 

Fauna yang umum dijumpai adalah domba, onta, dan keledai. Selain itu, Mesir memiliki sekitar 300 jenis burung. Hanya sedikit ditemui binatang liar seperti Hiena, Jakal, Lynx, luwak, dan babi liar. 

f. Penduduk

Jumah penduduk Mesir mencapai 89,1 juta jiwa (WPDS, 2015). Sekitar

43 persen penduduknya tinggal di daerah perkotaan dan sekitar 2/3 dari penduduk tinggal di daerah delta dan lembah sungai yang subur. 

Penduduk Mesir dapat dibedakan menjadi tiga kelompok utama, yaitu:

1) Orang Nubian dengan ciri kulit hitam, umumnya ada di selatan

2) Orang Hamit dengan ciri kulit putih dan merupakan pendiri Mesir kuno

3) Orang Arab

C. Dinamika Penduduk Benua-Benua di Dunia 

Human Development Index (HDI) merupakan gabungan dari indikator angka harapan hidup sejak lahir (Life Expectancy at Birth), pendidikan, dan pendapatan per kapita. Jika suatu negara memiliki skor HDI yang tinggi, maka penduduk negara tersebut menunjukkan angka harapan hidup yang lebih panjang, lama pendidikan yang lebih lama (rata-rata pendidikannya tinggi), dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi.

1. Dinamika Penduduk Asia

Jepang, Korea Selatan, Singapura, Brunei, China dan Saudi Arabia masuk kelompok dengan kualitas penduduk atau HDI sangat tinggi. 

Sedangkan untuk Indonesia termasuk kategori sedang dan Nepal untuk kategori rendah.

Dalam wilayah tertentu masih terdapat ras yang dominan sebagai berikut.

a. Asia Utara dan Asia Tengah mayoritas adalah ras Kaukasoid atau ras Europoid.

b. Asia Timur dan Asia Tenggara sebagian besar adalah ras Mongoloid.

c. Asia Selatan bagian tengah didominasi ras Kaukasoid.

d. Asia Selatan bagian selatan didominasi ras Negroid, misalnya suku bangsa Dravida di India Selatan dan Sri Lanka.

e. Asia Barat (Timur Tengah) bagian selatan, khususnya negara-negara di Semenanjung Arab (Yaman, Oman), didominasi ras Negroid.

f. Asia Kecil, Asia Barat (Timur Tengah) bagian utara didominasi ras Kaukasoid/Europoid dan ras Negroid.

2. Dinamika Penduduk Amerika

Benua Amerika memiliki kualitas penduduk yang bervariasi. Negara yang memiliki kualitas penduduk yang tinggi di antaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Argentina, dan Chile. Negara dengan kualitas penduduk yang tinggi adalah Meksiko, Brazil, dan sejumlah negara Amerika Latin lain. Negara dengan kualitas penduduk sedang adalah Paraguay, Bolivia dan sejumlah negara lain.uku Indian merupakan peduduk asli Amerika. Namun jumlah mereka terus menyusut karena terdesak perkembangan orang-orang kulit putih yang berdatangan ke Amerika sejak abad ke-15. Penduduk asli lainnya adalah suku Eskimo. Penduduk pendatang berasal dari berbagai benua yang terdiri atas tiga ras utama, yaitu Ras Negroid dari Afrika, ras Mongolia dari Asia, dan ras Kaukasoid yang berkulit putih dari Eropa.

3. Dinamika Penduduk Eropa

Penduduk Eropa umumnya memiliki kualitas hidup sangat tinggi dan tinggi. Negara di Eropa dengan kualitas penduduk sangat tinggi umumnya berada di Eropa Barat, Utara, dan Selatan, sedangkan untuk Eropa timur kualitasnya tergolong tinggi. Negara dengan kualitas penduduk sangat tinggi di antaranya Inggris, Jerman, Perancis, dan Spanyol. Negara dengan kualitas penduduk tinggi di antaranya adalah Rumania, Ukraina, dan Bulgaria.

Berdasarkan ras dan ciri fisiknya, penduduk Eropa dikelompokkan menjadi lima suku bangsa, yaitu sebagai berikut.

a. Bangsa Nordik, ciri fisik suku bangsa ini memiliki rambut pirang, mata biru, tengkorak panjang, dan muka sempit. Mereka banyak tinggal di Eropa Barat dan Eropa Utara, yaitu Norwegia, Inggris, Denmark, Belanda, Swedia, Belgia, dan Jerman bagian utara.

b. Bangsa Alpen, ciri fisik memiliki rambut hitam, mata hitam, tengkorak lebar, dan tidak terlalu tinggi. Suku bangsa ini banyak terdapat di Eropa Tengah dan Eropa Selatan, yaitu Perancis, Swiss, Polandia, Austria, dan Jerman bagian selatan.

c. Bangsa Mediteran, ciri fisik memiliki rambut hitam, mata hitam, badan dan tengkorak menyerupai bangsa Nordik, terdapat di kawasan Eropa Selatan, yaitu Yunani, Italia, Portugis, dan Spanyol.

d. Bangsa Slavia, ciri fisik menyerupai bangsa Alpen. Mereka banyak tinggal di Eropa Timur yaitu Kroasia, Bulgaria, Serbia, Montenegro, Ceko, Rusia, Ukraina, dan Slovakia.

e. Bangsa Dinarik, ciri memiliki rambut gelap dan banyak terdapat di Rumania.

4. Dinamika Penduduk Afrika

Kualitas penduduk Afrika umumnya relatif rendah. Berdasarkan kriteria Human Development Index (HDI), tidak ada satu negara pun yang memiliki kualitas penduduk yang tergolong sangat tinggi (lihat Gambar 1.39). Beberapa negara memiliki kualitas penduduk yang tinggi seperti Aljazair dan Tunisia.

Negara yang kualitas penduduknya tergolong sedang antara lain Mesir, Afrika Selatan, dan Namibia. Negara dengan kualitas penduduk rendah di antaranya adalah Sudan, Ethiopia, Kenya, dan Chad.

 Secara garis besar penduduk Afrika digolongkan menjadi empat kelompok besar sebagai berikut.

a. Ras Negro yang mendiami sebelah selatan Gurun Sahara merupakan penduduk mayoritas. Ras Negro ini terdiri atas beberapa suku bangsa seperti Suku Masai, Suku Kikuyu, Suku Zulu, Suku Sudan, dan Suku Bantu.

b. Ras Kaukasoid dari keturunan Arab yang mendiami Afrika Utara. Ras ini terdapat di sepanjang pantai Laut Tengah dan terdiri atas dua suku bangsa yaitu suku bangsa Semit dan suku bangsa Hamid.

c. Ras Kaukasoid dari keturunan Eropa dengan kulit putih, keturunan Eropa ini jumlahnya sedikit dan banyak tinggal di Afrika Selatan.

d. Suku pribumi merupakan penduduk asli yang banyak tinggal di daerah-daerah pedalaman. Suku pribumi terdiri atas Suku Pygmy di hutan Kongo, Suku Bushman di Gurun Kalahari, dan Suku Hottentot di Afrika Selatan.

5. Dinamika Penduduk Australia

Australia merupakan negara sekaligus benua dengan kualitas penduduk yang sangat tinggi. Salah satu indikator kualitas penduduk yaitu angka harapan hidup menunjukkan kategori tinggi, yaitu 82 tahun. Ini menunjukkan penduduk Australia memiliki kondisi kesehatan yang baik. Pendapatan penduduk Australia juga tergolong tinggi yang mencapai 42.880 dolar (WPDS, 2015)

Sebagian besar (92%) penduduk Australia adalah bangsa kulit putih atau ras Kaukasoid, selebihnya adalah dari Asia (7%), Aborigin dan lainnya (1%).

Bangsa kulit putih umumnya adalah dari Eropa yang sebagian besar berasal dari Inggris dan Irlandia, sisanya dari Italia, Belanda, dan Skotlandia, Jerman, dan Yunani. Penduduk yang berasal dari Asia, sebagian besar dari China dan India.

D. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang di Asia dan Benua Lainnya

Interaksi keruangan antara desa dan kota di Asia dan benua lainnya telah berdampak secara ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pendidikan. Adapun dampak dari interaksi desa kota adalah sebagai berikut.

1. Semakin beragamnya orientasi mata pencaharian dari yang hanya berorientasi pertanian, berkembang menjadi industri yang memanfaatkan hasil pertanian.

2. Semakin meningkatnya produktivitas pertanian dan adanya teknologi tepat guna atau cara bertani yang lebih maju.

3. Semakin baiknya sarana transportasi antara desa dan kota, sehingga memperlancar mobilitas penduduk maupun barang dari desa ke kota atau sebaliknya.

4. Budaya kota biasanya masuk ke desa, baik dalam cara berpakaian, bahasa, seni, dan sebagainya yang tidak selalu sesuai dengan budaya desa.

5. Berkembangnya media massa membuat warga desa semakin melek dengan isu-isu politik yang sedang berkembang, sehingga kesadaran politik warga desa terus meningkat.

6. Makin banyaknya guru dan sekolah dibangun di desa, sehingga tingkat pendidikan di desa meningkat.

Bagi kota, desa memiliki peran yang sangat penting. Interaksi keruangan antara kota dan desa membawa pengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, dan politik di kota. Adapun pengaruh tersebut adalah sebagai berikut.

1. Secara ekonomi kota memperoleh sumber daya dari desa, baik berupa sumber daya manusia berupa tenaga kerja mapun sumberdaya alam berupa hasil pertanian atau hasil tambang.

2. Penduduk desa yang bekerja di kota sebagian tidak menjadi penduduk kota yang sukses dan sebagian menimbulkan masalah kemiskinan di kota yang tampak dari adanya permukiman kumuh.

3. Kota dihuni oleh penduduk pendatang dari desa yang sebagian masih mempertahankan budaya atau cara hidup di desa.

Materi-materi Lainnya :

Komentar